
WACANA pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kembali mengemuka. Rencana itu dinilai sengaja dibunyikan agar menjaga keseimbangan politik Prabowo dan Megawati.
"Ada kesan, wacana pertemuan itu sengaja dipelihara hanya untuk menjaga keseimbangan politik Prabowo kepada Jokowi dan Megawati, bukan untuk publik," kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul M Jamiluddin Ritonga, melalui keterangan tertulis, Kamis, 3 April 2025.
Menurut Jamiluddin, wacana pertemuan itu tidak spesial serta tak bermakna banyak lagi. Karena sudah berulang kali batal.
"Karena itu, wacana pertemuan tersebut sudah dinilai dingin oleh banyak pihak," ucap dia.
Dia mengatakan sebagian publik sudah tidak peduli wacana pertemuan Prabowo dan Megawati. Karena tidak ada manfaat yang diperoleh.
"Bagi publik, bertemu atau tidak dua tokoh nasional hanya urusan para elite. Tidak ada keuntungan politik dan ekonomi yang diperoleh publik," ujar dia.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengungkap pertemuan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Prabowo Subianto dipercepat. Rencananya setelah momen libur Lebaran 2025.
"Jadi setelah lebaran ini setelah libur lebaran pasti ada pertemuan secepatnya," ujar Puan di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu, 2 April 2025.
(H-3)