
UNTUK memperkuat perannya membangun konektivitas logistik nasional melalui layanan freight forwarding, KAI Logistik menjadikan layanan ini senagai solusi strategis dalam menjawab kebutuhan pengiriman antar pulau yang efisien, terintegrasi dan andal. Khususnya bagi sektor industri, perdagangan dan pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik Riyatna Minggu, (6/7), menyatakan, pengembangan layanan ini juga sejalan dengan peran sebagai Badan Usaha Angkutan Multimoda (BUAM) dan memastikan aksesibilitas layanan logistik dengan mengintegrasikan berbagai moda transportasi mulai dari rel hingga laut.
"Dengan peran tersebut, kami berkomitmen menghubungkan rantai distribusi nasional secara menyeluruh dari hulu ke hilir, mendorong efisiensi dan menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya belum terlayani secara optimal," tuturnya.
Riyatna menambahkan, sejak diluncurkan pada 2023, layanan Domestic Freight Forwarding KAI Logistik menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Pada 2024, pendapatan usaha tumbuh sebesar 21%. Pada 2025, tren peningkatan pendapatan usaha cukup signifikan sebesar 41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam periode tersebut, perseroan berhasil mendistribusikan sekitar 4.560 ton barang ke berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa tujuan favorit mencakup kota-kota strategis seperti Makassar, Pontianak, Balikpapan dan Samarinda, mencerminkan tingginya kebutuhan layanan logistik andal lintas pulau.
"Sebagai BUAM, kami hadir untuk menjamin bahwa konektivitas logistik nasional tidak terputus, baik di dalam pulau maupun antar pulau. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami membangun sistem logistik yang inklusif, terintegrasi, dan siap mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," paparnya.
PENGHUBUNG LOGISTIK
Menurut Riyatna, saat ini, perseroan fokus pada penguatan peran sebagai penghubung logistik nasional dengan terus memperluas titik distribusi layanan freight forwarding dari yang sebelumnya 20 titik menjadi 35 titik termasuk ke wilayah Mataram, Maumere, Ambon dan Jayapura. Ekspansi ini tak hanya menambah jangkauan distribusi, tetapi juga mempercepat arus barang dan memperluas potensi ekonomi lokal.
Berbagai kiriman barang telah dilakukan, mulai dari distribusi barang konsumsi, konstruksi, hingga bantuan kemanusiaan. Layanan Freight Forwarding juga memainkan peran penting dalam menyokong keberlangsungan berbagai sektor strategis seperti industri manufaktur, perdagangan, termasuk sektor UMKM.
"Dengan meningkatkan konektivitas, mempercepat waktu tempuh distribusi, dan menyediakan alternatif moda pengangkutan yang terjangkau, kami membantu mempercepat perputaran barang dan memastikan optimalisasi rantai pasok. Saat ini telah dimulai berlangsung dengan baik layanan freight forwarding yang melayani rute domestik, dengan aspirasi untuk segera dapat melayani lintas batas wilayah negara," sambungnya.
Perseroan kata Riyatna, percaya bahwa sistem logistik yang kuat adalah tulang punggung ekonomi yang berdaya saing. Melalui peran sebagai badan usaha angkutan multimoda, kekuatan perseroan pada midmile melalui railway logistic menjadi modal utama, termasuk untuk melayani secara menyeluruh dan ramah lingkungan.
"Kami akan terus membangun konektivitas logistik nasional yang andal, inklusif dan mampu mendukung pertumbuhan dari kota besar hingga pelosok negeri," tutupnya. (E-2)